Posts

Showing posts from 2020

PERIODONTITIS KRONIS

Image
  Periodontitis Kronis Periodontitis kronis marginal Sama dengan gingivitis, periodontitis kronis ringan diinduksi oleh plak bakteri; didefinisikan sebagai inflamasi gingiva yang terkait secara klinis dengan kehilangan perlekatan kurang dari sepertiga dari panjang akar. Di regio molar, keterlibatan furkasi tidak melebihi kelas I. Perawatan sama dengan untuk gingivitis. Setelah perawatan, residual poket dan kehilangan perlekatan kurang dari 4 mm, dan umumnya, perawatan bedah tidak diperlukan.   Periodontitis kronis marginal (poket kurang dari 4 mm) biasanya bisa dirawat dengan scaling dan root planing pada phase terapi insisal (Gambar 5-1a dan 5-1b).   Gambar 5-1a Periodontitis kronis ringan pada seseorang berusia 30 tahun, dinyatakan pasien sehat. Inflamasi umum dikaitkan dengan sejumlah besar  plak dan deposit subgingival. Infeksi melibatkan flora komensal.                         Gambar 5-1b Terapi periodonta

PENGUKURAN DERAJAT KESEHATAN GIGI DAN MULUT

  1.         PENGUKURAN DERAJAT KESEHATAN GIGI DAN MULUT 1.1. Definisi   Status kesehatan gigi dan mulut merupakan data kesehatan gigi dan mulut yang didapat dari pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut, pengalaman karies gigi yaitu dengan memeriksa keadaan gigi geligi seseorang yang pernah mengalami kerusakan, hilang, dan penambalan yang disebabkan oleh penyakit jaringan keras gigi. Status kesehatan gigi dan mulut merupakan tingkat atau derajat kesehatan gigi dan mulut, penyakit masyarakat yang dapat menyerang semua umur. Pada umumnya untuk mengukur kesehatan gigi dan mulut digunakan suatu indeks.   Indeks adalah nilai numerik yang menggambarkan status relatif suatu populasi pada skala bertahap dengan batas atas dan bawah yang pasti, yang dirancang untuk memungkinkan dan memfasilitasi   perbandingan dengan populasi lain yang diklasifikasikan oleh kriteria dan metode yang sama (AL Russell). Indeks merupakan suatu pengamatan klinis dalam nilai numerik.   1.2 Tujuan dan Kegunaan

PERHITUNGAN FREKUENSI PENYAKIT (PREVALENSI DAN INSIDENSI)

Image
2.3. Perhitungan Frekuensi Penyakit         Epidemiologi berkaitan dengan keberadaan masalah kesehatan dalam suatu populasi atau terjadinya peristiwa kesehatan baru dalam suatu populasi. Dalam kedua kasus tersebut merupakan ukuran epidemiologis. Ukuran epidemiologi setidaknya memiliki dua komponen yaitu : ·                         Numerator (pembilang) meliputi frekuensi kejadian ·                         Denomerator (penyebut) adalah populasi yang berisiko atau populasi tempat kasus ada atau pernah terjadi. 2.3.1. Rasio, Proporsi, dan Rate             Terdapat tiga kelas dasar perhitungan kuantitas matematika yang digunakan mengukut status kesehatan dan terjadinya peristiwa kesehatan pada populasi. A.      Rasio Rasio diperoleh dengan cara membagi satu bilangan dengan satu bilangan lainnya tanpa menyiratkan hubungan khusus antara pembilang dan penyebut.   B.      Proporsi Proporsi merupakan bentuk khusus dari rasio, dimana didalam penyebut term